Tampilkan postingan dengan label Grandmaster of demonic cultivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Grandmaster of demonic cultivation. Tampilkan semua postingan

24/10/19

7 Momen Terbaik Drama The Untamed


Sudah 3  bulan, drama The Untamed ini sepertinya jadi drama yang paling sering aku tonton ulang, dan asyiknya lagi bukan cuma satu atau dua momen yang seru buat ditonton berkali kali. Entah kapan bisa move on dari drama satu ini, dan rasanya memang aku menolak buat move on hehe bcoz I love this feeling Jinjaa. Berikut ini 7 momen terfavorit dari The Untamed yang paling sering aku replay

You're My Soulmate
Momen dimana melalui Zhewu-Jun, WWX akhirnya mengetahui kenyataan dibalik luka-luka LWJ, WWX benar-benar tak mengira betapa pengorbanan LWJ demi membela dirinya, bahkan setelah kematian WWX di jurang Nightless City. Di momen ini pula WWX mengetahui bahwa LWJ menjadikannya sebagai Soulmatenya- rekan seperjuangan- sahabat uuuh. Momen setelahnya… LWJ datang sambil membawa alkohol kesukaan WWX yups “Emperor Smile” dilanjutkan dengan obrolan2 di antara hujan salju yang cantik. dan aku suka banget sama style rambut LWJ dieps ini, simpel tanpa pernak pernik yang biasanya tinggi menjulang tapi super elegant!






    Lan Zhan Mabok !
Lan Zhan Drunk is literally CRAZY! Cuman alkohol yang bisa bikin seorang Lan Wang Ji yang kaku dan strict bisa sampai nyolong ayam dan nyoret-nyoret rumah orang, di scene ini ada pula percakapan menyentuh saat LZ yang sedang mabuk berkata jujur pada WWX mengenai betapa ia menyesal karena dulu, 16 tahun lalu saat tragedi Nightless city ia tak berada di pihak WWX hiks


    
    
   

    Belajar di Gusu Lan
  Moment-momen saat WWX pertama kali datang ke Gusu mulai dari pertama kali datang dan belajar disana selalu jadi moment kesayangan aku. Sukak banget ngeliat WWX yang hobi banget ngelanggar peraturan Gusu Lan dan ngusilin (red: caper) Lan Zhan, dan membuat murid teladan Gusu ini “sebel” setengah mati. Wait wait wait sebel apa malah seneng yak? Huehue mungkin bisa kita tanyakan pada Zewu-Jun, manusia yang paling paham isi hati Lan Zhan.






  Wei Wuxian is Back 
Setelah menghilang selama 3 bulan di Burial Mound, WWX kembali untuk membalas dendam kepada Wen and the gank! Sebagai sosok yang berbeda tentunya, di momen ini terjadi perdebatan sengit antara WWX dengan LWJ yang gak bisa menerima bahwa sahabatnya itu menggunakan kultivasi Iblis. WWX so damn hot here !





Kebenaran Dibalik Golden Core
Scene dimana Jiang Cheng akhirnya mengetahui kebenaran tentang Golden Core nya, momen saat JC dan LZ mengetahui alasan mengapa WWX tak pernah lagi menggunakan pedang Suibiannya, sumpah ini momen yang sukses bikin mewek apalagi ditambah pas ngeliat air mata LZ, dan momen super sedih ini dilanjutkan dengan momen kocak nyolong biji teratai hohoho
. 
    
   


   Momen Black Tortoise Arc 
Di sini LZ dan WY bahu membahu berjuang buat mengalahkan si kura-kura raksasa, seru dan sweet banget ngeliat kerja sama mereka. Apalagi pas WY terluka, pokoknya seluruh momen disini luar biasah! Sulit buat dicritain deh pokoknya.



    Momen Para bocah
Bocah yang dimaksud disini tak lain dan tak bukan adalah Lan Yuan dan Lan  Jingyi dari sekte Lan dan Jin Ling Dari sekte Jin. Interaksi WWX dengan bocah triplet  ini bener-bener kocak banget buat ditonton. ada Lan Yuan aka Shizui yang super manis dan super bijak, Lan Jing Yi yang hobi ceplas ceplos, dan Jin Ling yang juteknya bikin ngelus dada. Paling sukak ngeliat muka mereka pas ngeliat HanGuan-Jun melakukan hal-hal gak terduga, beli alkohol, terus nenteng2 lampion dan masih banyak lagi


 

Selain momen-momen diatas sebenarnya masih ada buanyak momen yang memorabel dan seru buat ditonton ulang, setelah membuat tulisan ini rasanya jadi pengin menonton ulang lagi dan lagi, sungguh drama ini bikin kecanduan, bagimana dengan kalian. Apa momen terfavorit dari drama ini?
                                                                                                                                                               

24/08/19

Translete Chapter 1 Novel The Untamed (The Grandmaster Of Demonic Cultivation)



Chapter 1
Reinkarnasi

Wei WuXian merasakan sebuah tendangan tepat setelah ia baru saja membuka matanya.

Sebuah suara menggelegar disamping telinganya, “Berhenti pura-pura mati!”

Tendangan itu membuatnya terlempar kebelakang, kepalanya membentur tanah. Tendangan itu membuatnya hampir muntah, sebuah pemikiran terlintas dikepalanya—berani sekali kalian menendangku.

Ini adalah pertama kalinya ia mendenganr suara manusia kembali setelah beberapa tahun, jangankan suara kencang, dan bentakan keras ini. Kepalanya serasa berputar dan telingannya berdenging dengan suara-suara yang menggema,”Kau pikir kau tinggal ditempat siapa?Nasi siapa yang kau makan?Uang siapa yang kau habiskan? Apa salahnya mengambil beberapa barang-barangmu? Lagipula segala yang kau miliki seharusnya jadi milikku!”

Selain bocah remaja yang bersuara mirip bebek itu, juga terdengar suara suara lemparan-lemparan benda. Pandangan matanya perlahan menjadi semakin jelas.

Pancaran lampu di langit-langit nampak di pandangannya, diikuti dengan sosok yang membungkuk didepannya, menghujaninya dengan ludah,”Berani-beraninya kau mengadu pada Ayah dan Ibu? Apa kau pikir dirumah ini ada yang akan mendengarkanmu? Kau pikir aku takut padamu?!”

Seorang  pelayan dengan angkuhnya ikut berbicara, ”Tuan muda, semuanya sudah diobrak-abrik?”

Si Tuan muda bertanya, ”Bagaimana mungkin kau menyelesaikan begitu cepat?”

Seorang pelayan laki-laki menjawab, ”Lagipula tak ada banyak barang didalam gubuk ini,”

Si tuan muda nampa sangat puas, sambil mendorong Wei Wu Xian,”Kalau berani katakan padaku, dan lihat dirimu sekarang, berpura-pura mati ditanah! Untuk siapa? Seperti ada yang menginginkan tumpukan sampah ini! Sekarang aku sudah merusak segalanya, ayo kita lihat apa kau masih berani padaku! Apa kau merasa sangat bangga hanya karena kau sudah belajar kultivasi beberapa tahun? Baiklah, bagaimana rasanya setelah kau diusir pergi seperti anjing liar?”

Wei Wu Xian berpikir

Aku sama sekali tidak berpura-pura mati, apalagi sesungguhnya aku sudah mati bertahun-tahun yang lalu.

Siapakah ini?

Dimana aku?

Kapan aku melakukan sesuatu yang jahat dengan mencuri tubuh orang lain?

Si Tuan muda melampiaskan kemarahannya dengan menendang dan merusak rumah itu, berjalan keluar dengan dua pelayannya, kemudian membanting pintu dengan keras hingga terdengar suara”bang”. Dia memerintah sambil berteriak,”awasi dengan hati-hati. Jangan biarkan dia keluar, atau dia akan bertingkah gila lagi!”

Setelah sekelompok orang itu pergi menjauh, keheningan menyelimuti ruangan. Wei Wu Xian berpikir untuk bangun.

Namun, kakinya lunglai, dia kembali terbaring. Dia membalik badannya dan memandang samar-sama ruangan yang nampak asing dan setumpuk barang yang berantakan di lantai.

Sebuah cermin tembaga tersandar disisi ruangan. Wei Wu Xian meraihnya dan melihat ke cermin, melihat sesosok wajah pucat mengerikan, dengan dua goresan asimetris di kedua pipinya. Tambahkan darah merah, dan dia benar-benar nampak seperti hantu gentayangan. Ia melempar cermin ke samping dan mengusap wajahnya, Ia melihat tangannya tertutupi bubuk putih.

Untungnya, tubuhnya tidak terlahir seperti itu, Ini dibuat oleh si pemilik tubuh. Dia laki-laki, tapi tubuhnya dipenuhi riasan (riasan yang sangat buruk). Ugh, sangat menyebalkan!

Kembali dari keterkejutan, beberapa energinya sudah agak pulih, dan ia akhirnya bisa duduk, terlihat susunan formasi dibawahnya.

Formasi berwarna merah darah dengan bentuk yang berantakan , nampaknya digambar dengan tangan, menggunakan darah sebagai medium, masih basah dan mengeluarkan aroma yang kuat. Formasi dipenuhi dengan lekukan yang ditulisi dengan mantera-mantera, yang nampaknya sudah tergosok terkena tubuhnya.

Setelah segala yang terjadi dimasa lalu, Wei Wu Xian yang dikenal sebagai pimpinan tertinggi dan penguasa kultivasi iblis, jadi dia paling akrab dengan formasi-formasi yang nampak mengerikan semacam ini.

Faktanya, dia tidak merebut tubuh orang lain--tubuh itu diserahkan padanya.

Ini adaah teknik terlarang dari jaman kuno. Jika melihat goresan-goresannya, ini lebih mirip kutukan. Si pembuat formasi ini melukai diri mereka sendiri dengan membuat goresan-goresan ditubuh mereka, dan menggambar formasi serta menulis mantera dengan  menggunakan darah mereka sendiri, kemudian mengakhirinya dengan duduk dibagian tengah formasi. Mereka bisa memanggil iblis yang sangat jahat dan memintanya untuk mewujudkan keinginannya. Harga yang harus dibayar adalah dengan mempersembahkan tubuh mereka kepada roh jahat, dengan mengembalikan jiwa mereka kembali ke bumi.

Ini adalah sebuah teknik terlarang yang sangat berlawanan dengan mencuri tubuh seseorang---memberikan tubuhnya.

Karena pengorbanan yang sangat besar, hanya beberapa orang yang cukup berani untuk menerima konsekuensinya. Tak banyak orang dengan keinginan yang cukup kuat hingga rela mengorbankan segala yang mereka miliki. Selama ribuan tahun, hanya tiga sampai empat orang yang telah membuktikan kebenarannya dan terekam dalam sejarah. Tanpa pengecualian, tiga atau empat orang ini memiliki harapan yang sama-Untuk membalas dendam.


Wei Wu Xian menolak untuk menerima ini.

Kenapa bisa dia dimasukkan dalam kategori” Jiwa-jiwa yang sangat jahat?"

Meski reputasinya tidaklah bagus dan dia mati dengan cara mengerikan, dia bukanlah hantu gentayangan dia juga tak ingin membalas dendam. Ia berani bersumpah bahwa tak ada satupun hantu penasaran sebaik dirinya.

Bagian tersulitnya adalah, segera setelah jiwa jahat mengambil alih tubuh, kontrak tersegel dengan sendirinya. Si roh jahat harus mengabulkan keinginan mereka, kalau tidak kutukan yang ada akan memberikan efek balasan. Jiwa yang merasuki tubuh akan musnah sepenuhnya, tak akan pernah terlahir kembali!

Wei Wu Xian mengangkat tengannya dan menemukan bahwa,  tanpa terkejut, kedua lengannya dipenuhi dengan goresan-goresan luka. Dia melepaskan ikat pinggangnya. Dibalik pakaian serba hitam, dada dan perutnya juga tertutupi dengan luka-luka dari goresan benda tajam. Meskipun pendarahanya sudah berhenti, Wei Wu Xian tahu bahwa ini bukanlah luka biasa. Jika ia tak memenuhi keinginan si pemilik tubuh, luka itu tak akan pernah sembuh. Itu akan memburuk seiring berjalannya waktu, dan saat batas waktu terlewati, jiwa dan tubuhnya akan hancur  berkeping-keping.

Wei Wu Xian memastikan situasi ini berkali-kali,ia terus mengulangi ucapannya “ bagaimana bisa ini terjadi padaku?hatinya terus mempertanyakan hal ini, dan akhirnya ia dapat berdiri, ia bersandar di tembok.

Meskipun rumah itu berukuran besar, namun terasa kosong dan suram, dengan alas dan selimut yang nampak tak pernah diganti dalam watu yang lama. Ada keranjang bambu di pojok ruangan. Nampaknya untuk membuang sampah, akibat tendangan tadi, semua isinya bertebaran ditanah. Wei Wu Xian mengamati keseluruh ruangan dan mengambil selembar kertas kusut. Ia membukanya dan terkejut melihat kata-kata mengerikan dari kertas itu. Ia buru-buru mengumpulkan semua kertas.

Kata-kata yang ada pada kertas pastilah ditulis oleh si pemilik tubuh untuk melampiaskan kemarahannya ketika ia merasa tertekan. Beberapa kalimat ditulis dengan salah dan tak beraturan; kecemasan yang memuncak terlihat dari tulisan tangan tersebut. Wei Wu Xian mengamati setiap lembar kertas-kertas tersebut, dan mulai menyadari ada sesuatu yang salah.

Ia menebak-nebak dan perlahan memahami kondisi yang sebenarnya.

Nampaknya pemilik tubuh ini bernama Mo Xuan Yu. Lokasinya bernama desa Mo.

Kakek Mo Xuan Yu berasal dari keluarga kaya di daerah ini. Keluarganya hanya beberapa, dia hanya memiliki dua orang anak perempuan. Nama nama mereka tak disebut, namun putri tertua adalah anak dari istri utama, sedangkan yang paling muda adalah putri seorang pelayan. Keluarga Mo awalnya ingin buru-buru menyerahkannya kepada seseorang, tapi sebuah petulangan menantinya. Ketika dia berusia enam belas tahun, pimpinan dari sebuah keluarga kultivasi ternama melewati daerah tersebut, dan jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis itu.

Setiap orang mengagumi kultivator. Keluarga kultivator, dimata masyarakat awam, bagaikan manusia yang diberkahi oleh tuhan, misterius namun terhormat. Pada mulanya, orang-orang dari desa Mo menanggapi hal ini dengan jijik, namun karena ketua sekte sering memberikan bantuan, keluarga Mo menerima banyak keuntungan. Dengan begitu, arah diskusi berubah, dan keluarga Mo merasa bangga dengan hal ini, sementara setiap orang merasa iri akan kesempatan ini. Nona kedua Mo melahirkan seorang anak laki-laki untuk sang ketua—Mo Xuan Yu.

Tetapi tak lama kemudian, sejak ketua sekte hanya terlibat dengannya hanya untuk untuk merasakan sesuatu yang baru, dia mulai jenuh dalam beberapa tahun. Setelah Mo Xuan Yu berusia empat tahun, ayahnya tak pernah kebali lagi.

Perlahan, pendapat warga desa Mo berubah lagi. Rasa jijik dan cemoohan kembali seperti semula, bersamaan dengan penghinaan yang membuatnya sangat kasihan.

Nona kedua Mo tak mau menerima hal ini; Ia sangat percaya bahwa ketua sekte tak akan mengabaikan puteranya,Benar, ketika Mo Xuan yu berusia empat belas tahun, ketua sekte menjemputnya.

Nona kedua Mo mampu berdiri tegak kembali, dan mengatakan pada setiap orang bahwa putranya pasti akan menjadi seorang imortal* sesegera mungkin, dan membawa kemulian untuk leluhurnya.

Bagaimanapun, sebelum Mo Xuan Yu mencapai kesuksesan pada kultivasinya dan mewarisi posisi ayahnya, ia di usir.

Dan lebih parahnya lagi, ia dia diusir dengan penuh rasa malu.

Mo Xuan Yu adalah seorang homoseksual, dan berani mengusik murid-murid lain. Skandal ini terbongkar ke publik dan meski ia sudah memiliki beberapa pencapaian dalam kultivasinya, tak ada alasan untuk ia tetap tinggal di klan.

Seperti menambahkan es kedalam salju, terlepas dari kejadian itu, katika Mo Xuan Yu kembali, dia seringali bertingkah gila.

Cerita ini terlalu rumit untuk dituliskan kedalam kata-kata. Alis Wei Wu Xian terangkat.

Tidak hanya gila, namun juga homoseksual gila juga.

Itu menjelaskan mengapa ada banyak gincu dan bedak pada wajahnya untuk membuatnya terihat seperti hantu gentayangan, dan juga mengapa tak seorangpun yang terkejut akan formasi-formasi berdarah yang ada di lantai. Bahkan jika Mo Xuan Yu menggambar seluruh ruangan dengan darah, dari mulai lantai, dinding hingga atap, orang tak akan terlalu  terkejut. Apa lagi setiap orang tahu bahwa isi kepalanya tidak beres!

Setelah ia kembali kerumah dengan pengusiran, dia dibombardir dengan ejekan. Situasi ini melebihi kemampuan, dan Nona kedua Mo tidak dapat menahan tamparan ini, singkatnya trauma ini membuatnya mati tercekik karena trauma.

Saat ini, kakek Mo Xuan Yu telah meninggal. Nyonya pertama Mo yang memegang urusan keluarga, namun , sejak masih muda, dia tak dapat menerima adik perempuanya, termasuk putra adiknya. Ia hanya memiliki seorang putra, Mo Zi Yuan, yang kebetulan adalah orang yang baru saja membuat kekacauan ditempat ini. Ketika Mo Xuan Yu dibawa pergi oleh ayahnya, Nyonya pertama merasa iri, dan sangat ingin memiliki hubungan dengan sekte kultivasi walau hanya sedikit saja. Dia berharap bahwa utusan yang datang dapat membawa Mo Zi Yuan untuk belajar kultivasi juga.

Tentu saja ia menolak, atau lebih tepatnya mengabaikan.

Ini pastinya bukanlah sekedar masalah jual beli kubis, beli satu grtis satu, sederhananya hal ini tak bisa ditawar.

Anehnya dengan penuh keyakinan, keluarga ini berpikir bahwa Mo Zi Yuan memiliki potensi dan juga bakat. Mereka percaya bahwa jika dahulu, Mo Zi Yuan yang dikirim, ia pasti akan mendapatkan pengauan dari sekte, tak seperti sepupunya yang mengecewakan. Meskipun saat Mo XuanYu pergi ia masih  muda, ia berulang kali mengatakan ini dan mempercayaianya sepenuh hati. Setiap dua atau tiga hari, ia akan menemui Mo Xuan Yu dan menghinanya, mengutuknya karena telah merebut jalan kultivasinya. Di waktu yang bersamaan , ia menemukan ketertarikan yang sangat besar terhadap jimat, obat-obatan dan benda-benda ajaib, tak peduli apapun itu dan menggunakan dengan sembarang.

Meski Mo Xuan Yu sering berubah-ubah antara sadar dan gila, ia paham bahwa ia direndahkan oleh orang lain. Ia mentoleransi hal itu, tapi Mo Zi Yuan terus menerus dan semakin parah dengan sikapnya, ia hampir mengosongkan isi ruangannya. Kesabarannya akhirnya terkuras habis dan ia megadu kepada paman serta bibinya,  menyebabkan Mo Zi Yuan membuat keributan pagi ini.

Kata-kata yang ada di kertas itu sangat kecil-kecil dan rapat, menyakiti mata Wei WuXian. Ia berpikir, ”Betapa kacau kehidupan orang ini?”

Tak heran Mo Xuan Yu memilih menggunakan teknik terlarang untuk mengorbankan tubuhnya dan meminta roh jahat untuk membalaskan dendamnya.

Rasa sakit dari mata berpindah ke kepalanya. Seharusnya, untuk menggunakan teknik terlarang, si pemanggil dapat mengucapkan keinginannya dalam diam. Saat roh jahat telah dipanggil, Wei WuXian seharusnya akan dapat mendengan permintaannya secara spesifik.

Bagaimanapun, nampaknya Mo Xuan Yu menyalin lembaran kutipan dari teknik terlarang ini disuatu tempat, dan melompati langkah ini. Meskipun Wei Wu Xian  telah menebak bahwa ia ingin membalas dendam kepada keluarga Mo, tetapi bagaimana dia harus melakukannya? Sampai tahap apa? Untuk mengembalikan benda-benda yang diambil darinya? Atau memukuli setiap orang di keluarga Mo?

Atau….untuk memusnahkan seluruh keluarga?

Dengan melihat semuanya…mungkin ia ingin untuk memusnahkan seluruh anggota keluarga. Setelah segala yang terjadi, siapapun yeng berhubungan dengan dunia kultivasi pasti tahu kata-kata apa yang paling sering digunakan untuk menggambarkandirinya, Wei WuXian-tak tahu terima kasih, eksentrik, tak mengenali keluarganya sendiri, tak bisa diterima oleh surga, dan kata-kata lain yang spektakuler. Apakah ada oranglain yang lebih”jahat”dibandingkan dirinya?Jika Mo XuanYu telah berani untuk memanggilnya secara spesifik, kemungkinan besar permintaanya  bukanlah hal yang mudah untuk dipenuhi.

Wei Wu Xian tak bisa menahan diri untuk berkata,”Kau memilih orang yang salah…”


tanslate indonesia by youridaehan








17/08/19

Translete Prolog Novel The Untamed (The Grandmaster Of Demonic Cultivation)



Title : The Grandmaster of demonic Cultivation (Mo Dao Zu Shi)
Novel Author : Mo Xiang Tong Xiu 
English Translation : Exiled Rebels Scanlation
Indonesia Translation : @youridaehan



Chapter 1 : Prolog


‘’Berita besar! Wei Wuxian telah mati!’’

Belum sehari berlalu sejak peristiwa pengepungan di Bukit LuanZang, dan berita telah menyebar diseluruh dunia kultivasi seperti memiliki sayap.

Dalam sesaat mulai dari klan-klan terkemuka hingga penjahat, setiap orang membicarakan peristiwa pengepungan yang dipimpin oleh empat klan besar dan diikuti oleh berbagai klan kecil.

‘Ketua Yiling telah mati? Siapa yang dapat membunuhnya?’’

“Siapa lagi kalau bukan saudara seperguruannya, Jiang Cheng, ia mengakhiri hidup saudaranya sendiri demi kebaikan semua orang. Jiang Cheng dari YunmengJiang memimpin empat klan untuk menghancurkannya.”

“Aku harus bilang, ini pemusnahan yang luar biasa!”

“ Benar-benar luar biasa! Kita akhirnya menyingkirkn momok ini.”


“Jika bukan karena klan YunmengJiang mengadopsi dan mengajarinya, dia pasti sudah menjadi gelandangan di jalan. Kepala klan Jiang membesarkannya seperti anak sendiri, dia malah merusak mereka dan menjadi musuh dunia kultivasi, membawa malu bagi seluruh anggota klan Jiang, behkan hampir membawa kehancuran klannya, dia adalah contoh utama ungkapan menggigit tangan orang yang menyuapinya!”

“Jiang Cheng membiarkan pemuda ini hidup terlalu lama, jika aku adalah dia, saat dia membuat kerusakan, aku bukan hanya akan menikammnya. Faktanya, aku akan memeriksa seluruh murid klan secara menyeluruh, jadi dia tak akan bisa melakukan hal-hal gila yang dia lakukan dikemudian hari. Siapa yang peduli tentang ‘kepedulian’yang dia berikan untuk sahabat masa kecilnya.”


“Itu hanya kabar angin. Meskipun Jiang Cheng adalah salah satu dari pasukan utama, tetapi dia bukanlah yang memberikan Wei Wuxian pukulan terakhir. Wei Wuxian mendalami kultivasi iblis, kekuatan Wei Wuxian telah berbalik pada dirinya sendiri dan membuatnya hancur berkeping-keping.”
Hahahaha…ituah karma! Prajurit hantu yang dia ciptakan seperti anjing lepas, menggigit setiap orang yang mereka temui. Ini membuatnya pantas untuk dikunyah hingga mati!”

“ Tetapi, jika bukan karena Jiang Cheng membuat rencana untuk mengincar kelemahan Wei Wuxian, pengepungan mungkin tak akan berhasil. Haruskah aku mengingatkan padamu mayat-mayat yang dibangkitkan? Apakah kau lupa hari saat tiga ribu kultivator sepenuhnya dibinasakan?”

“Kudengr itu lebih dari tiga ribu, mungkin lima ribuan.”

“Dia benar-benar tidak waras.”

‘Syukurlah dia menghancurkan senjata jahat itu sebelum dia mati. Kalau tidak, itu akan membahayakan kehidupan manusia, dosa-dosanya akan semakin parah.”

Oh ya…kau tahu, dulunya Wei Wuxian adalah salah satu kultivator yang paling menjanjikan, datang dari klan ternama, memperoleh kesuksesan di usia muda . bagaimana bisa dia berakhir seperti sekarang?”

“ Ini membuktikan bahwa seseorang harus selalui kultivasi mengikuti jalur yang benar. Menggunakan ilmu-ilmu ihitam ini hanya terlihat menguntungkan dipermukaan. Lihat, apa yang terjadi pada akhirnya? Tak ada secuilpun yang tersia dari mayatnya.”

“ Bukan segalanya karena jalur kultivasinya. Kepribadian Wei Wuxian benar-benar tak bermoral. Perbuatan seseorang pada akhirnya akan ada balasanya; apa yang akan terjadi pasti terjadi.”


Setelah kematian Wei Wuxian, hal ini terus menjadi topik pembicaraan. Pembicaraan orang-orang sebagian besar sama. Opini-opini yang berbeda dengan segera menghilang.

Bagaimanapun, gajah didalam ruangan akan tetap tinggal didalam pikiran setiap orang.

Tak seorangpun dapat memanggil jiwa Wei Wuxian, yang mana membuktikan bahwa jiwanya telah menghilang.

Jiwanya mungkin telah hancur berkeping-keping oleh jutaan hantu yang melahapnya.
Atau, mungkin jiwanya telah kabur.

Jika yang pertama, maka semuanya akan baik-baik saja. Kemudian, tak seorangpun meragukan fakta bahwa Ketua Yiling memiliki kekuatan untuk memindahkan gunung dan mengosongkan lautan. Jika yang terjadi adalah yang terakhir, jiwanya pada akhirnya dapat kembali untuk membangkitkan tubuhnya. Ketika harinya tiba, dunia kultivasi, atau mungkin dunia manusia, akan menghadapi kerusakan dan pembalasan dendam yang menakutkan, menenggelamkan segalanya kedalam kekacauan dan kerusakan.

Berbagai klan membangun seratus dua puluh batu-batu raksasa dipuncak bukit LuanZang dan memulai ritual pemanggilan arwah, diikuti dengan peningkatan kewaspadaan dari seluruh penjuru dunia.

Tahun pertama, tak ada sesuatu yang terjadi.

Tahun kedua, tak ada sesuatu yang terjadi.

Tahun ketiga, tak ada sesuatu yang terjadi.


Setelah tiga belas tahun, tak terjadi apapun juga.

Semakin banyak orang yang mulai percaya bahwa ketua Yiling sudah musnah.

Bahkan jika dia pernah mampu memutar balikkan dunia, pada akhirnya tiba gilirannya untuk kalah.
Tak ada seorangpun yang bisa berada dipuncak utuk selamanya—Legenda hanyalah legenda.



Note :
Selesai juga translate chapter pertama dari Novel The Grandmaster of Demonic Cultivation. Novel yang jadi sumber cerita drama The Untamed ini juga tak kalah menarik dari versi dramanya. Perbedaan utama antara versi drama dengan novel terletak pada hubungan Lan Zhan dengan Wei Wuxian, yah tentu saja karena memang novel ini memang memiliki genre BL. Berbeda dengan versi drama dimana tak ada BL story dimana kisah Lan Zhan dan Wei Wuxian adalah sepasang sahabat (Pemerintah China melarang beredarnya film bergenre BL), dan sejujurnya mimin bersyukur dengan perubahan itu hehe, karena mimin juga sebenarnya masih merasa aneh dengan genre BL. Tapiiiii dengan mengabaikan faktor itu, sebenernya novel ini punya cerita dan alur yang sangat bagus dan tentunya dengan beberapa detail yang berbeda dari versi drama, dengan drama sekeren itu rasanya sayang untuk melewatkan novelnya, While reading I will pretend that their relation is friend, best friend, eternal friend, Just That hehehe.Terjemahan novel kedalam bahasa Indonesia ini mimin buat berdasarkan english translation disini, jadi buat kalian yang ingin membaca novelnya dalam bahasa inggris kalian bisa meluncur ke TKP, Fyi mereka sudah mentranslete novelnya hingga chapter 127 loh.

Happy Reading….

Tulisan ini merupakan hasil terjemahan sendiri, Terima kasih untuk tidak mengcopy-paste terjemahan ini :)