Tampilkan postingan dengan label Heavy Sweetness Ash Like Frost. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Heavy Sweetness Ash Like Frost. Tampilkan semua postingan

30/04/21

Sepotong Terjemahan Novel Heavy Sweetness, Ash Like-Frost by Dian Xian Chapter 20


Heavy Sweetness Ash Like-Frost, drama yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Dian Xian ini benar-benar mencuri perhatianku. Belum cukup dengan dramanya aku pun lanjut untuk menjelajahi novelnya, dan untungnya ada menemukan blog yang menterjemahkan novel  berbahasa mandarin itu kedalam bahasa inggris. Aku belum membaca novelnya secara keseluruhan dan membaca dengan skipping karena penasaran dengan klimaks cerita (chapter dimana Jin Mi membunuh Xu Feng). 

Ada beberapa perbedaan-perbedaan antara drama dengan novel aslinya tetapi secara garis besar plotnya sama kok, dan bagian yang paling menarik perhatianku adalah bagain di Chapter 20, entah kenapa aku merasa untuk part ini (Jin Mi bangun dari koma ) feel nya benar-benar terasa sekali, rasa campur aduk yang dirasakan Jin Mi benar-benar diceritakan dengan sangat apik oleh sang penulis. It feel So Hurt

Sepotong terjemahan ini aku terjemahkan dari onesecondspring, jika kalian ingin membaca lengkap novelnya dalam bahasa inggris kalian bisa berkunjung kesana

And…this is that part, Happy Reading.

 

Part Awal CHAPTER 20 : Madu yang Terluka



Aku membalik badanku, membuka mataku dan melihat dua wanita pelayan disamping tempat tidurku. Aku mencoba untuk menopang tubuhku dengan kedua lenganku, tapi siapa yang tahu bahwa kedua lenganku masih sangat lemah dan aku kembali terjatuh ketempat tidur.

Gerakanku mengagetkan dua pelayan wanita tersebut.

“Siapa yang menyanyikan opera diluar?” Aku bertanya

Salah satu dari pelayan wanita itu membua matanya lebar-lebar berbalik dan berlari keluar, sepanjang  jalan dia berteriak,”Cepat! Cepat! katakan pada Kaisar! Dewi Air telah bangun!”

Pelayan yang satunya lagi menjadi lebih serius, dia menatapku dan berkata,”Dewi air, anda telah tertidur selama setengah tahun dan akhirnya terbangun, Kaisar telah mengkhawatirkan anda sepanjang siang dan malam.”

Aku mengerutkan alisku dan bertanya lagi,”Siapa yang menyanyikan opera diluar?”

Pelayan Wanita itu menjawab,”Kaisar naik takhta hari ini. Untuk merayakannya, para Dewa membuat sebuah panggung nyanyian opera.”

Aku menutup mataku dan bertanya,”Apa yang mereka nyanyikan?”

Pelayan wanita itu menjawab dengan penuh hormat,”Ini lagu Startled Dream dari opera yang disebut ‘Kun Xi’.”

“Startled Dream…Startled Dream…”Aku mengulanginya sambil bergumam. Aku tiba-tiba mengangkat kepalaku dan menatapnya, Kaisar? Kaisar yang mana?”

Pelayan wanita itu menutupi mulutnya dan tersenyum,”Dewi pasti bercanda, memangnya ada berapa kaisar diluar sana? Kaisar hanya ada satu-Dewa Malam."

“Dewa malam…?” Pikiranku menjadi bingung, “Dewa malam…dewa malam mana yang kau bicarakan?.”Aku menarik  lengan bajunya, “Bagaimana dengan Dewa Api?  Kau bilang aku sudah tidur selama setengah tahun, kenapa Dewa Api tak datang dan menemuiku?.”

“Dewa Api…?.” Dia terlihat bingung dan tidak menjawab. Setelah aku menarik lengannya dan mengulangi pertanyaanku tiga sampai empat kali, dia hati-hati menjawab,”Dewa api...tidakkah dewa api telah musnah menjadi abu setengah tahun lalu?”

Tiba-tiba, aku merasakan sesuatu seperti meledak dikepalaku

Wajahnya, Senyumnya,Tangannya…

Belati es…

Punggungnya…

Inti kekuatanya…

Darah…

Ya! Dia mati! Aku sendiri yang telah menancapkan pisau belati kedalam dadanya! Aku sendiri yang membunuhnya! Aku melihatnya sendiri saat jiwanya terbakar!

Aku menggenggan tanganku dan merasakan luka tusukan didadaku. Aku berusaha menggeser badanku ke tepi tempat tidur, Ini sangat menyakitkan aku tak bisa meluruskan tubuhku, rasanya seperti jantungku, paru-paru, samuanya serasa digali hidup-hidup dari dalam tubuhku dan kemudian darah terciprat dimana-mana. Aku memelintir lenganku,memelintir dengan paksa, penasaran kenapa yang dipotong bukanlah tanganku?

“Dewi agung! Dewi agung! Kenapa? Tolong jangan melukai dirimu sendiri!.”

Aku merasakan sakit yang amat sangat sehingga rasanya sampai ke urat-urat. 

Aku menatap padanya dengan kosong dan penuh rasa takut, “Cepat! Jantungku telah hilang! Aku sudah kehilangan jantungku! Bantu aku menemukannya! Cepat! pasti ada di suatu tempat di rumah ini! Kamu harus menemukannya! ini sangat menyakitkan, sangat menyakitkan aku bisa mati! Aku menggenggam dadaku yang terasa kosong.

Wajah pelayan wanita nampak ketakutan dan dia berkata,”Baik, saya akan membantu anda menemukannya, saya akan membantu anda menemukannya…”Dia mencari ke sekeliling tempat tidur,”Disini tak ada apa-apa…Dewi aku tak bisa menemukan apapun…”

“Jika tak ada di tempat tidur, cari ke bawah! Cari keluar ruangan! Pasti ada di suatu tempat!” Aku mulai menangis. Rasa sakitnya tak berkurang sedikitpun.

“Apa yang kau cari?” Seseorang memasuki kamar, sosok pria tinggi dengan jubah emasnya.

Phoenix?

Aku mengerjapkan mataku yang sudah penuh dengan air mata. Setiap orang terdiam.

Mencari jantung…Kaisar…Dewi agung ingin aku membantunya untuk menemukan jantung…Dia berkata jantungnya telah hilang…”Pelayan wanita itu menggumam seakan-akan jiwanya sudah hilang.

“Jin Er, ada masalah apa?”

Gambaran seindah surga tiba-tiba sirna dalam sekejap. Phoenix tak pernah sekalipun memanggilku Jin Er…dadaku serasa ditikam lagi dengan pisau, darah dan daging bercampur menjadi satu…tanganku gemetaran, tenggorokanku serasa retak.

“Sangat pahit, sangat menyakitkan! Apakah aku sedang sekarat?.”Aku menatapnya dengan putus asa.


Dewa Malam menggenggam tanganku dan menempatkannya di lengannya. Dia merangkulku dan perlahan berkata,”Tidak, tak akan, Aku disini, Kenapa Jin Er harus mati?Apalagi kita akan bersama selama ratusan ribuan tahun, bahkan itu belum cukup. Kaau hanya tertidur terlalu lama dan tubuhmu belum terbiasa.”

Aku meronta, “Jangan sentuh aku! Aku merasa sakit!”

“Bagian mana yang sakit?” Ia menatapku dengan lembut,”Aku akan memberikanmu energi untuk mengurangi rasa sakit.”

Aku menekan dadaku dan hanya merasakan luka menyebar dari dada ke seluruh anggota badanku, seperti ditusuk-tusukk jarum. Aku tak bisa mengatakan dimana sakitnya, rasanya seperti sakit di sekujur tubuhku. Aku menekuk tubuhku, air mata tak mau berhenti menetes, “Aku tak tahu, aku tak tahu dimana yang sakit…ini sangat pahit, mulutku benar-benar terasa pahit, selamatkan aku…”

Ia tersenyum, “Jika kamu memakan manisan, kamu tak akan merasakan pahit lagi.” Dia memunculkan manisan es dari tangannya dan menyuapkannya kedalam mulutku.

Manisan itu lumer di lidahku, tetapi aku malah merasakan tenggorokanku menjadi semakin pahit, Sangat pahit sampai-sampai aku memuntahkannya keluar. Aku melihat mulutku sudah dipenuhi dengan darah merah.


Ia menatap  manisan yang sudah tertutupi darah. Ia lalu menggunakan jari-jarinya untuk mentransfer energi melalui punggungku, “Jangan khawatir, Jin Er, segalanya akan baik-baik saja”


Aku terus terisak hingga tenggorokanku terasa kering dan tak mampu bersuara. Butiran air mata terus menetes melewati pipiku, seakan tak bisa berhenti. Aku tak tahu mengapa aku seperti ini..seperti seseorang melemparkan sihir padaku, Aku menggenggam tangan malam,”Aku pasti sudah terkena mantra guna-guna dari dunia manusia. Dapatkah kamu menolongku?”

“Ya, aku akan membantumu, Jin Er, jangan takut, aku disini” Malam mencampur tablet penyembuh dengan air madu untukku dan perlahan membiarkan perasaan takutku mereda. Aku perlahan merasa semakin lelah dan perlahan jatuh tertidur, tetapi bahkan didalam mimpi aku masih merasakan bayangan rasa sakit.
… 

Aku tak tahu sudah berapa lama aku tertidur, berapa hari, berapa malam...

Ketika akhirnya aku terbangun, sudah musim semi. Cahaya musim semi menerobos melalui jendela dan aku dapat mendengar burung bernyanyi di halaman. Seseorang membelakangiku sambil memainkan qin, Aku mendengar suara angin dan air sungai mengalir.

Sambil bertelanjang kaki, aku berjalan keluar dan melewati sosok yang memainkan qin.

“Jin Er, kau akhirnya terbangun, Tolong jangan tidur seperti itu lagi, aku takut sebelum aku memiliki kesempatan untuk menikahimu, untuk mencintaimu, kamu akan terus tertidur hingga dunia ini semakin menua.”

Aku tak berani untuk membalikan wajahku melihat pada alat musik qin itu…

sesungguhnya, aku tidak berani melihat qin karena pernah ada seseorang dengan sosok tinggi dan penuh kebanggaan memainkan qin untukku. Pada akhirnya, qin itu , patah; orang itu, pergi.

Aku menyentuh pipiku, rasanya sangat kering. Bahkan seakan-akan air mata sudah berubah arah.

Ia merangkul pinggangku dari belakang, ia menempatkan dagunya perlahan ke bahuku, “Jin Er, lihat-bunga-bunga sudah bermekaran. Kapan seharusnya kita menikah? Bagaimana dengan musim semi ini?”

Aku perlahan menjauh dan tak memberikan jawaban apapun.

Ya! Jendela sudah terbuka, bunga-bunga sudah bersemi lagi, tetapi mengapa aku tak bisa melihatmu??


26/09/18

[TRANSATION] Sepotong Terjemahan Novel Heavy Sweetness, Ash Like-Frost by Dian Xian Chapter 19


Heavy Sweetness Ash Like-Frost, drama yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Dian Xian ini benar-benar mencuri perhatianku. Belum cukup dengan dramanya aku pun lanjut untuk menjelajahi novelnya, dan untungnya ada menemukan blog yang menterjemahkan novel  berbahasa mandarin itu kedalam bahasa inggris. Aku belum membaca novelnya secara keseluruhan dan membaca dengan skipping karena penasaran dengan klimaks cerita (chapter dimana Jin Mi membunuh Xu Feng). 

Ada beberapa perbedaan-perbedaan antara drama dengan novel aslinya tetapi secara garis besar plotnya sama kok, dan bagian yang paling menarik perhatianku adalah bagain di Chapter 20, entah kenapa aku merasa untuk part ini (Jin Mi bangun dari koma ) feel nya benar-benar terasa sekali, rasa campur aduk yang dirasakan Jin Mi benar-benar diceritakan dengan sangat apik oleh sang penulis. It feel So Hurt

Sepotong terjemahan ini aku terjemahkan dari onesecondspring, jika kalian ingin membaca lengkap novelnya dalam bahasa inggris kalian bisa berkunjung kesana

And…this is that part, Happy Reading 😛

Part akhir CHAPTER 19 : Benang-Benang Emosi yang Dalam dan Misterius


Dalam Sekejap, Aku menikam bagian tengah punggungnya.

Ayah, aku pernah berkata aku akan membalaskanmu, tetapi aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Hari ini, sekarang, aku sendiri yang akan membunuh orang yang telah membunuhmu, Apakah aku sudah memenuhi kewajibanku sebagai putrimu?

Aku tidak ragu-ragu dan menggunakan seluruh kekuatanku untuk menusukkan belati itu kearah punggung yang tak terlindungi itu.

Aku melihat belati itu masuk tanpa halangan apapun… Aku melihatnya sendiri, dan mendorongnya masuk semakin jauh ke arah dadanya…

Dari belati itu, tetesan darah perlahan muncul ke permukaan, melalui tetesan darah itu,  sebuah bunga kecil mekar, merah terang.

Seisi ruangan terdiam, sangat sunyi sampai-sampai aku dapat mendengar suara bunga mekar.


Dia bersandar lemah di didadaku dan perlahan berbalik, kami sangat dekat hingga aku tak bisa melihat wajahnya dengan jelas, hanya pupil hitam yang penuh dengan rasa terkejut dari matanya , Aku dapat melihat seluruh wajahku dari tatapan matanya, melihat dengan jelas pada penghianatanku.


Dia bertanya, “mengapa…?”

Aku menjawab, “kamu tahu.”

Ia bertanya, “ Apakah kau pernah mencintaiku…?”


Aku berkata, “Tidak! tak akan pernah.”

Aku merasa bingung, “Cinta…apa itu?”


Kemuadian, ia tak berkata-kata lagi.

Aku tak pernah mengerti apa itu cinta, hanya membaca melalui buku-buku tebal dan mencoba memahami emosi dan tindakan yang digambarkan dalam buku itu. Aku belajar bagaimana untuk membuat wajahku memerah, aku belajar bagaimana untuk bersikap seperti gadis yang sedang malu-malu.

Siapa yang akan menjelaskan padaku apakah aku telah mempelajarinya dengan baik..?

Darah hangatnya menutupi kedua tanganku dan meresap kedalam gaun pengantinku. Darah merah membasahi gaun pengantinku dan memunculkan bunga-bunga yang kemudian berubah menjadi kelopak-kelopak berwarna hitam.


Mata phonixnya tertutup, seperti seorang anak yang sedang tertidur lelap. Aku perlahan melihatnya berubah menjadi cahaya, memudar, dan kemudian menghilang seperti abu yang disapu oleh angin…akhirnya ia berubah menjadi nyala api, Dalam sekejap segalanya disekitarnya rusak oleh api itu. Tetapi aku, membawa Bulu Phonix Agung, tak terluka sedikitpun….
Sebuah energi yang sangat kuat seakan masuk kedalam jantungku, aku terjatuh ke lantai, memuntahkan darah hitam. Sebuah mutiara menggelinding diantara darah itu lalu kemudian menghilang .


                                         NEXT CH 20
-----------------------------------------------------------------------------------------



See also :



10/09/18

[Eng Ver] Comparation Ten Miles Of Peach blossom VS Heavy Sweetness Ash-Like Frost





  VS

For you XianXia lovers, surely  you still remember with Eternal Love aka Ten Miles Peach Blossom (TMOPB) right?, Last year this drama successfully exploded. Previously there was still nothing that could match TMOPB, both in terms of storyline and setting, but it seems that this time TMOPB has found a comparable rival yups Heavy Sweetness, Ash Like-Frost. This time I wants to eXplore about the similarities and differences between both of them.

Settings
Ashes Of Love which has a story setting similar to TMOPB, such as the existence of Heaven Realm, Demon Realm, Punishment Terrace for immortals, Redemption for Immortals to be born to earth as ordinary humans (mortal) and etc. Both of them use beautiful and eye catching CGI effects.

Character & Character Development
                         




Main Female character in this drama almost have similar character. cheerful, bright, naïve, hyperactive and childish at the beginning, but then change to become more mature as the story goes. When undergoing Redemption in the human world Bai Qian (Su Su) has a completely different character from his immortal character, while Jin Mi has the exact same character as her when she becomes an Immortal.

    


As for the male Lead ... yups Ye Hua and Xu Feng, They were both prince of the kingdom of heaven, intelligent in various ways and have big power, Ye Hua is a immortal dragon while Xu Feng was Phoenix. But there is an interesting difference for me, Ye Hua, a character who always wears black clothes (except in the last episode). In the beginning, he had a very cold character but since the tragedy that happened in Zu Xian terrace and when he finally met Bai Qian again he was able to change his character to be warmer. Contrary to Xu Feng's character, at the beginning Xu Feng was a friendly, gentle, kind and cheerful character but all changed 180 degrees since the "tragedy" happened. Besides that he always wears white clothes and changes into dark clothes  when he becomes a Demon Lord * but he looks so damn Hot in dark style hahaha

Ye Hua, TMOPB
Xu Feng, HSALF

Storyline & Climax
Both of these dramas begin with a slow flow, but still interesting and intriguing to follow. There is also a story when They live in the mortal world. for this part the I prefers the mortal story at TMOPB, because this is where they meet for the first time and the beginning of all misunderstandings, when he comes down into the world of mortal Ye Hua knows himself while Su Su does not. Whereas in HSALF Xu Feng and Jin Mi were both born from babies and did not have any memories of their true selves, so it took many episodes before they finally returned to being immortal, it was like watching a story in a story.

Second Lead Story
Feng Jiu-DongHua in TMOPB


LuiYing-MuCi in HSALF

In this part they really have similarities, but this time it was really subjective from My glasses, this drama has a second lead story that too long and boring for me. FengJiu-DongHua couple and LiuYing-MuCi couple, even though both actually have a story that is quite interesting but their scene always my hands itchy for skip their story, so the story moves faster to the main story. But there are a lot of people out there who are the second lead story lovers especially FengJiu-DongHua’s story. Yeah maybe this is not my cup of tea.


Many fans of dramas that compare these two dramas. Well actually that's not important, they have their strength. and the most important thing is that both of them have managed to fill our free time to be more colorful, and especially having succeeded in making us smile and cry . So How About You? Do you prefer TMOPB or HSALF or you confused and can't decide. Just Like me?

Membandingkan Drama Heavy Sweetness, Ash Like-Frost VS Ten Miles Peach Blossom



 




VS















Bagi kalian pecinta XianXia tentunya masih ingat bukan dengan Eternal Love a.k.a Ten Miles Peach Blossom (TMOPB) yang tahun lalu sukses meledak dipasaran. Bagiku sebelumnya  masih belum ada yang bisa menandingi TMOPB, baik dari segi jalan cerita maupun setting, Tapi nampaknya kali ini TMOPB sudah menemukan rivalnya yang sebanding, yups Heavy sweetness, Ash Like-frost a.k.a Ashes Of Love (HSALF) . Kali ini mimin mau mengulik tentang persamaan maupun perbedaan dari keduanya.

Setting
Ashes Of Love yang memiliki setting cerita mirip dengan TMOPB, mulai dari adanya Heaven Realm, Demon Realm, Teras Hukuman bagi para immortal, Redemption untuk para Immortal untuk terlahir ke bumi sebagai manusia biasa daan masih banyak lagi. Keduanya banyak menggunakan efek CGI yang sangat cantik dan sedap dipandang mata.

Karakter & Perkembangan Karakter


  


Female karakter  TMOPB dan HSALF memiliki karakter yang hampir mirip ceria, bright, naif dan hiperaktif dan kekanakan diawal-awal, namun kemudian berubah menjadi lebih mature seiring berjalannya cerita. Ketika menjalani Redemption di dunia manusia Bai Qian 

(Su Su) memiliki karakter yang benar- banar berbeda dengan karakter aslinya, sementara Jin Mi punya karakter yang sama persis dengan dirinya ketika menjadi Immortal.
Xu Feng, HSAF







Ye Hua, TMOPB


















Sedangkan untuk Main Leadnya, Ye Hua dan Xu Feng mereka sama-sama merupakan pangeran dari kerajaan surga, cerdas dalam berbagai hal dan memiliki kekuatan yang sangat besar, Ye Hua memiliki wujud asli naga sedangkan Xu Feng adalah Phoenix. Namun ada perbedaan yang menarik buatku, Ye Hua karakter yang selalu memakai pakaian berwarna hitam (except in the last episode).diawal-awal memiliki karakter yang sangat dingin namun semenjak tragedi yang terjadi di Zu Xian terrace dan ketika akhirnya bisa bertemu dengan Bai Qian lagi ia mampu mengubah karakternya menjadi lebih hangat. 

Berkebalikan dengan karakter Xu Feng, diawal-awal Xu Feng adalah karakter yang ramah, lembut, baik dan periang namun semuanya berubah 180 derajat sejak “tragedi” yang terjadi. Selain itu dia selalu memakai pakaian berwarna putih dan berubah pecinta pakaian berwarna gelap ketika sudah menjadi demon Lord * but he look so damn Hot in dark style plakk*.


Alur & Klimaks

Kedua drama ini sama-sama diawali dengan alur yang lambat, tapi tetap menarik dan membuat penasaran untuk diikuti. Ada juga kisah mereka hidup di dunia mortal, untuk part ini mimin lebih suka kisah di TMOPB, karena disinilah awal pertemuan main lead terjadi dan awal mula dari segala kesalah pahaman, saat turun kedunia mortal Ye Hua tau siapa dirinya yang sebenarnya sementara Su Su tidak. Sedangkan di HSALF, Xu Feng dan Jin Mi sama-sama terlahir dari bayi dan tidak memilki ingatan apapun tentang diri mereka yang sebenarnya, jadi butuh berepisode-episode sebelum akhirnya mereka kembali menjadi immortal,rasanya seperti menonton cerita didalam cerita hihi.

Second Lead Story

Liu Ying-Mu Ci
Feng Jiu-Dong Hua

























Nah untuk bagian ini mereka benar-benar punya kemiripan, tapi kali ini benar-benar subyektif dari kacamata mimin sendiri, Drama ini punya kisah second lead yang sangaat panjang dan membosankan buatku. FengJiu-DongHua couple dan LiuYing-MuCi couple, meskipun sebenarnya keduanya memiliki cerita yang cukup menarik tapi selalu saja tanganku gatel buat skip-skip, supaya cerita lebih cepat berpindah ke cerita utama. Tapi diluar  sana banyak sekali kok pecinta story second lead FengJiu-DongHua sampai-sampai karakter ini dibuatkan drama sendiri dalam Ten Miles Peach Blossom-Pillow Book. Yeah maybe this is not my cup of tea.

Banyak netizen penggemar drama yang membanding-bandingkan kedua drama ini. Ada yang fanatik terhadap TMOPB ada yang merubah halauannya kepada TMOPB. Well actually that’s not important, mereka punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. dan yang terpenting keduanya sudah berhasil mengisi waktu luang kita menjadi lebih berwarna, dan khususnya sudah sukses membuatku senyum2 senyum sendiri bahkan mewek sendiri Like a crazy person hahaha. So How About You? Did you prefer TMOPB or HSALF or you confused and can’t decided. Just Like me…Happy Drama Time!! :D

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa ^_^


See Also :