30/10/19

Translate Novel Lang Ya Bang Chapter 156



Postingan kali ini merupakan translete dari Ch 156, 157 dan 163 . Postingan ini aku terjemahkan dari postingan tumbler caikat dan dtriad.  Chapter-chapter ini merupakan rangkaian yang berisi momen dimana rahasia terbesar akhirnya terbongkar Chapter tentang saat dimana Jingyan akhirnya mengetahui identitas asli Mei Changshu dan ini tentunnya adalah bagian yang paling dinanti-nanti oleh para penggemar Nirvana In Fire.

Chapter 156
Novel lang Ya Bang-Hai Yan;Eng translation : Pinterest dtriad ;Translate Indo by me

Pangeran Ji berkata sambil tertawa,”Jendral, kau adalah petarung nomor satu di Da Liang- Jadi menurutmu apakah bela diri Putra mahkota dapat masuk daftar rangking Langya?”

Meng Zhi terkejut dengan pertanyaan ini bingung bagaimana untuk menjawabnya, namun Jingyan tersenyum.

“Paman Agung kau  tidak seharusnya menyulitkan jenderal Meng. Aku adalah seorang jendral di pasukan prajurit, yang mana sangat berbeda dari Jianghu. Kalaupun aku masuk dalam rangking Langya itu hanya akan terjadi kalau sudah tak ada seorangpu di Jianghu.”

Meng Zhi buru-buru menjawab,”Yang Mulia terlalu sungkan, entah apakah seseorang msuk atau tidak kedalam rangking Langya ditentukan oleh pemimpin aula Langya, tapi dengan kemampuan bela diri yang mulia , itu lebih dari cukup kapanpun anda ingin menjelajahi Jianghu.”

“ Sejujurnya,” tatapan Jingyan  menerawang jauh,” Terkadang aku berpikir untuk menjelajahi Jianghu, bersama dengan dua atau tiga teman baik, melakukan perjalanan diantara gunung-gunung dan sungai-sungai. Tidakkah itu sangat menyenangkan?”

Marquis Yan meletakkan cangkir tehnya dan berkata,”Tidak hanya anda Yang Mulia, pria muda manapun yang terlahir didalam istana- mereka mendengar kisah-kisah  dari Jianghu, siapa yang tak bermimpi untuk menjelajahinya? Sambil membawa pedang menempuh tiga ribuan mil jauhnya sembari menegakkan keadilan?”

“tapi aku tidak,”Pangeran Jin menjawab dengan tegas,”Menjelajahi Jianghu berarti harus melakukan kerja keras, dan aku tidak bisa melakukannya. Aku tak pernah mempunyai mimpi dan kehidupan bebas itu yang membuat banyak orang iri.”

“Takutnya tak banyak orang yang mampu meniru sikap pangeran Jin.”Meng Zhi berkata sambil tertawa.

“Apa yang Marquis Yan katakan benar. Lihatlah Yujin, seorang tuan muda dari keluarga kaya-tidakkah dia suka berpetualang? Aku sering mendengar dia berkata bahwa ia menyukai kebebasan saat berpetualang tanpa terbebani tanggung jawab.”

“Itu tidak bisa dihitung sebagai menjelajah Jianghu.” Marquis Yan menggelengkan kepalanya. “Dia hanya bersenang-senang.

Mengandalkan statusnya sebagai putra Marquis, kapanpun ia menemui masalah. Dia belum benar-benar berpengalaman di jianghu.”
Pangeran Ji menatapnya, “Itu benar,bila dibandingkan dengan segala rintangan yang dulu telah kau hadapi Yujin hanyalah sebatas main-main.”

“Jadi dimasa lalu tuan Yan…” Jingyan mengangkat alisnya,mulai tertarik. “Aku belum pernah mendengar ini sebelumnya.Tadi kau berkata bahwa Yujin dengan memanfaatkan posisinya sebagai putra marquis seperti bermain-main saja, itu berarti selama petualanganmu di Jianghu kau menyembunyikan identitasmu. Kau mengubah namamu?”


“ Ah, itu masa dimana kami masih muda dan bodoh. Tak pantas disebutkan. Tak pantas disebutkan.”

“Kita?” Jingyan merasakan jantungnya melompat. “Siapa lagi yang lain?”

Tatapan di mata Marquis yan menjadi suram. Ruangan menjadi sunyi. Seakan teman baik yang dulu melakuakan perjalanan dengan marquis Yan, -tanpa nama-seseorang yang telah yang pergi tanpa kata.

“Siapakah itu sehingga kau tak dapat menyebutkannya?”Jingyan menggertakkan giginya dan berkata dengan nada dingin,”Apakah dia Komandan Lin??”

Meskipun tak pantas untuk menyebutkan nama kriminal seperti ini, diantara orang-orang yang ada disana Marquis Yan dan Meng Zhi, mereka adalah orang-orang yang sangat menghormati Lin Xie, dan Pangeran Jin memiliki pendapat tersembunyi mengenai kasus Chiyan; sekarang ketika putra mahota sendiri telah berbicara terang-terangan, mereka tak perlu menganggapnya sebagai hal yang tabu. Ekspresi mereka perlahan menjadi normal kembali, meskipun mereka masih menahan diri untuk berbicara dengan bebas. Hanya kemudian Jingyan meminta mereka untuk melanjutkan topik itu dengan nampak emosi.

Tuan Yan bukanah seorang petarung, jadi kupikir Komandan Lin lah yang menemanimu. Bagaimana mungkin ayah anda mau membiarkan anda pergi? Disaat itu kemampuan bela diri Komandan Lin merupakan salah satu yang terbaik di Da Liang. Bahkan jika ia menyembunyikan namanya, Jianghu tidak bisa menyepelekannya.”

“Beberapa hal yang anda tidak tahu, Saat itu, kami tidak memiliki waktu untuk bersenang-senag, dan bermain sesukanya. Tapi bagi mereka yang tak pernah merasakan kesulitan pada usia itu, sebuah perjalanan seperti itu akan memberikan banyak sekali pengalaman. “Marquis yan terpengaruh oleh ketenangan Xiao Jingyan , dan berusaha untuk tetap stabil saat berbicara. Kata-kata tentang  dunia luar, bagaiamana orang hidup dengan  alam-jika kita hanya duduk dirumah dan mendengarkan tentang berbagai hal dari orang lain ,mungkin akan sulit untuk benar-benar memahaminya.”Aku membayangkan kau pasti telah mengunjungi banyak tempat.”

“Kami melakukan perjalanan melewati gunung-gunung dan sungai, Bahkan sekarang untuk pria tua ini-kapanpun aku mengingat hari-hari itu, aku selalu merasa bahwa itu adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga bagiku.”

Pangeran Ji tersenyum dan menimpali, “Kalian telah pergi ke berbagai tempat, aku menebak pasti kalian telah bertemu banyak pahlawan dan wanita-wanita cantik, benar kan?”

“Jianghu memiliki banyak bakat-bakat tersembunyi, kami banyak bertemu banyak orang-orang aneh , kami berteman dengan warga yang baik hati. Sedangkan untuk wanita-wanita cantik…hmmm kami cukup menjaga jarak.

Tawa Pangeran Jing meledak. “Sangat berbeda, sangat berbeda! Kau tidak seperti Yujin dalam hal ini, Yujin pasti akan mengutamakan wanita cantik dulu dan kemudian berteman!”

Jingyan tak dapat menahan senyumnya. Ia bertanya,”Apa yang kalian gunakan sebagai nama samaran?Apakah kau membuat nama untukmu sendiri dalam rangking Langya?”

“Oh, kalu mengingatnya aku merasa malu, “Marquis Yan berkata sambil tersenyum. “Kami pergi untuk mendapatkan pengalaman, bukan untuk bertarung dan mengungguli orang lain. Kami mendapat beberapa pengalaman, namun kami menghindari publikasi dan selalu merendah.”

Pangeran Ji menggelengkan kepalanya. “Sejujurnya , aku hanya tahu bahwa kau hanya keluar selama setengah tahun untuk menghabiskan waktu, namun aku tak pernah mendengarkan kalian menyebutkan apa saja yang terjadi setelahnya. Jadi aku berpikir bahwa tak ada sesuatu menarik yang terjadi.

Setelah kembali ke ibu kota, kami segera terlibat dengan urusan istana dengan satu tantangan dan diikuti tantangan lainnya, dan tanpa disadari Jianghu telah menjauh dan memudar dari ingatan kami, “Marquis Yan berkata, “Pada akhirnya, itu bukanlah tempat milik kami, kami hanyalah tamu.”

“Ah, Yang Mulia juga tadi bertanya nama samaran apa yang kau gunakan,” Pangeran Ji mengingatka dengan penuh rasa penasaran. “Apakah kau memilih namamu sendiri?”

“Hanya nama yang kami pilih dengan sembarang. Pada saat itu aku memilih nama yang sederhana, Yao Yiyan, Orang biasa di Jianghu yang tak dikenal orang.”

“nama depanmu Yan, jadi kau memilih nama Yiyan-itu benar-benar terlalu biasa!” Pangeran Ji tak bisa menahan tawanya.

“Bagaimanapun, itu hanyalah nama samaran-sesuatu yang tidak begitu penting. Seseorang bahkan menunjuk sebauh pohon dan menjadikannya namanya!”

Xiao Jingyan baru saja mengangkat cangkir kopinya ketika ia tiba-tiba membeku. Ia menatap tajam Marquis Yan, mulutnya terbuka-namun tenggorokannya mengering, dan ia tak bisa berbicara.

Marquis Yan bertanya dengan terkejut, “Yang Mulia, apakah ada sesuatu yang salah?”

“Kau baru saja berkata….siapa yang menunjuk pohon dan menjadikannya sebagai namanya?” Jingyan menggenggam cangkir tehnya erat-erat. Ia menelan dan mencoba untuk tetap tenang.

Marquis Yan mulai menyadari ada sesuatu yang aneh, tapi pada waktu yang bersamaan ia tak dapat memikirkan alasanya, jadi ia ragu sesaat dan kemudian berkata, pelan,”Lin…”

“Komandan Lin, pohon apa yang ia tunjuk sebagai namanya?”

“Di kebun, disana ada sebuah batu dan pohon Nan,jadi…”

Marquis Yan belum menyelesaikan perkataannya saat cangkir di tangan Jingyan jatuh dari genggamannya. Cangkir itu jatuh dengan suara berdenting di lantai keramik dan pecah berkeping-keping.

Tiga laki-laki yang ada disana tersentak dan bertanya serempak,”Yang mulia, ada masalah apa?”

“Shinan…”Jingyan bersandar dimeja dan mencoba berdiri, tubuhnya bergetar saat Meng Zhi menawarkan bantuan. Ia samar-sama menyadari suara berdengung di telinganya, namun tak ada satupun suara yang dapat dipahaminya. Kenangan dimasa lalu datang memburunya sekarang, Bagaikan pisau yang mengiris-iris jantungnya.

Pria itu pernah berkata, “Kau adalah satu-satunya yang kupilih sebagai tuan…”

Pria itu pernah berkata, “Tingsheng, aku akan menyelamatkanmu…”
Pria yang membuat lingkaran dengan jarinya saat ia sedang duduk sambil berpikir mendalam, pria yang dengan santainya menarik pedang Jingyan…

Pria yang membangun jalur rahasia dan kemudian membuat dirinya sendiri kelelahan setengah mati dengan usaha yang terus menerus, pria yang saat terbaring sakit , demam dan kebingungan berkata, “Jingyan, jangan takut…”

Ibundanya telah dengan penuh ketulusan memperingatkannya untuk tidak menyakiti Tuan Su, lagi dan lagi, tetapi ini masih belum membuatnya menyadari kebenaran: Ketika ia telah percaya bahwa sahabat terbaiknya, saudara seperjuangannya, telah berada di surga mengawasinya, ternyata adalah orang ini selama ini berada disisinya, berperan pada setiap langkahnya…

Xiao Jingyan menjadi pucat saat ia berdiri, penantian panjang membuat darah dengan cepat mengalir ke jantungnya. Sesaat setelah ia mampu menggerakkan kekakuannya, dengan lutut yang gemetar, ia melesat keluar rumah tanpa berkata-kata. Ia langsung menuju ke kandang kuda ,mengambil kuda yang siap ditunggangi, kemudian memacu kudanya untuk berlari keluar istana.

Semua orang di istana yang menyaksikan ini terpaku tak bisa berkata-kata, dan tak sempat bereaksi. Disana hanya ada Meng Zhi yang buru-buru mengikuti keluar, memanggil penjaga Istana timur untuk menemaninya sembari naik ke atas kuda dan mengejar Xiao  Jingyan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar