Tampilkan postingan dengan label wang kai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wang kai. Tampilkan semua postingan

10/05/21

Nirvana In Fire, After 5 years

            



    NIRFANA IN FIRE…ah drama ini benar-benar spesial bagiku, dia yang pertama kali membuatku bersemangat untuk membangun blog yang sekarang berusia lima tahun ini, postingan awal semuanya berbicara tentang drama ini.

    Apa yang berbeda dari drama ini? Apa yang membuatku jatuh hati? 

    I'm not falling on first sight toward this drama...

            Ketika aku pertama kali menontonnya, aku menyerah di 5 episode awal karena menurutku alurnya sangat membosankan dan membuatku mengantuk, kemudian karena dengan banyaknya hype tentang drama ini aku menonton dan sayangnya lagi-lagi hanya bertahan sampai episode 10, ah cuman drama balas dendam biasa, lalu aku mencobanya lagi dan hanya mampu bertahan hingga episode 20,  namun setelah beberapa bulan akhirnya aku membulatkan tekad untuk menonton drama ini hingga tamat (54 episode).

    Alasannya? karena aku benar-benar penasaan faktor X apa yang membuat drama ini begitu dipuja dan membuat banyak orang terbius, tak hanya di China negeri asalnya bahkan penonton internasional juga banyak yang menobatkan drama ini sebagai numero uno

    Setelah menghabiskan 54 episode, aku akhirnya mengerti betapa luar biasanya drama ini, saat itu aku memberikan poin 9. dan kalian tahu apa yang spesial? setelah rewatch luar biasanya drama ini menjadi semakin luar biasa.  I gave 10/10. surprisingly, sensasi rewatch yang membuat drama jauh lebih bagus daripada saat menonton pertama kali. mengapa? karena saat menonton pertama kali aku bisa lebih membuka mata terhadap keindahan detail-detail plot cerita yang ada, dan saat menonton untuk ketiga kalinya, lagi-lagi dramanya menjdi semakin bagus di mataku. aneh tapi nyata. Hingga kini sudah tak terhitung berapa kali aku me-rewatch drama ini, mulai dari menonton scene-scene favoritku hingga menonton full episode.

            Drama ini memang benyak menampilkan dialog-dialog panjang antar karakter, wajar saja Mei Chang Shu, main lead kita adalah seorang strategist yang sakit-sakitan, itu juga yang membuat aku merasa bosan saat pertama kali mencoba menonton drama ini. karena aku belum terlalu paham mengenai esensi dari drama ini. dan itulah mengapa ketika aku menontonnya kesekian kalinya, aku sudah bisa lebih connect dengan apa yang mereka bicarakan, dan WOW drama ini memang luar biasa, dari segi plot, jalan cerita, intrik, acting, karakter, no comment!. dan ternyata diluar sana banyak yeng mengalami hal yang sama denganku, banyak yang menyarankan, jika kalian ingin mengerti betapa bagusnya drama ini, teruslah menonton hingga episode 20an an then you will understand. tapi kalau sampai episode itu kalia masih belum jatuh hati, simply drama ini memang not your cup of tea. everyone have their own taste, right?

            Dan kini setelah enam tahun lamanya akhirnya aku menyempatkan diri membaca novelnya *plakk kemana aja aku selama ini* dan sekali lagi aku jatuh cinta pada Lang Ya Bang. efeknya? aku jadi ingin menterjemahkan novel ini ke dalam bahasa indonesia, aku ingin lebih banyak orang mengetahui mengenai novel yang sangat indah ini. aku benar-benar mengagumi tulisan Hai Yan, kapan ya aku bisa memiliki kemampuan menulis yang seindah, se-mengagumkan bisa menghipnotis seperti tulisan Hai Yan yang satu ini. Aku sedang berproses dan belajar, semoga bisa teguh sampai akhir yaa.

    Mungkin ini adalah pertama kali aku memiliki project untuk mentranslate novel secara lengkap, setelah biasanya aku hanya menterjemahkan prolognya saja atau bagian-bagian kesukaanku saja, Semoga rencana ini bisa segera terealisasi yah.

 

31/01/17

Nirvana In Fire : Apa Yang Kau Cari Lin Shu?


guys artikel ini merupakan versi Translete dan pengembangan dari sebuah artikel asing berjudul Relationship and Justice in Nirvana in Fire, saat pertama kali membacanya aku langsung jatuh hati wkwkwk karena isinya benar-benar mewakili apa yang selama ini aku pikirkan tentang Nirfana In Fire. Selamat membaca :D
 
Warning : SPOILER ALERT !
Mungkin kita sudah mengenal alur seperti ini dengan sangat baik : lelaki yang difitnah  oleh seseorang yang memiliki kekuasaan ,kembali untuk mencari  kebenaran dan keadilan. Sekilas mungkin terdengar mainstream, namun kembali lagi Don’t judge a book by it’s cover. Nirvana in Fire  kisah tentang dendam dan pembalasan yang diceritakan dengan balutan kisah cinta dan persahabatan yang sangat apik dan menyentuh hati.

12 tahun lalu sang kaisar terhasut oleh kecurigaan yang telah tertanam dihatinya sendiri  dan hanya dengan beberapa dokumen palsu, ia mengeksekusi putranya sendiri , putra mahkota Qi dan seluruh bawahanya, serta seluruh anggota keluarga jendral Lin dan 70.000 pasukan Chiyan ! meskipun sekilas  kesalahpahaman ini disebabkan oleh hasutan para pejabat yang gila kekuasaan namun sesungguhnya kesalahan terbesar ada pada sang kaisar. Dia menyadari itu, namun karena harga dirinya dan rasa egoismenya yang terlampau tinggi dia melarang siapapun untuk mengungkit-ungkit kejadian ini apalagi untuk menyelidiki kembali, dia tak akan pernah mau untuk memperbaiki semua kesalahan yang telah terjadi.

Lin shu, satu-satunya anggota keluarga Lin yang tersisa berjuang untuk membuka kebenaran dan mencari keadilan demi membersihkan kembali nama baik seluruh keluarga nya dan 70.000 pasukan chiyan, namun hal tersebut bukanlah hal yang mudah ia harus menerobos dinding-dinding kerajaan yang diselimuti oleh paranoid sang kaisar dan orang-orang yang haus akan kekuasaan.

Bagi banyak orang dia bukan lagi Lin shu yang dahulu, sosok pemuda yang cemerlang dan gesit dan penuh dengan keceriaan, Rasanya tak heran bila lin shu telah berubah, pengalaman yang terlampau pahit, kebencian dan tanggung jawab untuk memulihkan kehormatan puluhan ribu pasukan chiyan yang mati sia-sia ada di pundaknya

Lin Shu/Mei Chang Su adalah seorang pria dengan segudang rencana, dengan lihai memanipulasi kerajaan, ini bukan hal yang sulit baginya. Putra mahkota dan lawannya pangeran Yu benar-benar seperti kerikil kecil baginya, dengan mengadu domba satu sama lain bukan hal sulit bagi Lin shu untuk menyingkirkan keduanya. Diantara semua rencananya mungkin Lin shu juga tak pernah menduga bahwa pangeran Yu akan menggila dan benar-benar melakukan pemberontakan.

Lin shu adalah seseorang dengan karakter kompleks dengan emosi yang rumit ia hanya peduli untuk membongkar kebenaran dan mengembalikan kehormatan keluarganya, bahkan jika harus dibayar dengan nyawanya sendiri. Lin shu adalah sosok yang kukuh akan keinginannya dan juga tenang, ia jarang menunjukkan emosinya, sama seperti saat dia dengan sabar menjalankan rencananya. Bahkan ketika dia bertemu dengan sang kaisar pada pertarungan verbal terakhir, ia hanya mengatakan apa yang harus dia katakan, kemudian meletakkan mic dan berjalan keluar begitu saja LIKE A BOSS ! meninggalkan sang kaisar yang menangis meratapi keegoisanya dan kesalahan besar yang telah diakukannya,


sang kaisar mempertanyakan kenapa dia harus membuka kasus ini sekarang, saat dia masih bertahta? Karena semua tragedi ini bermula darinya dan hanya bila kaisar mau mengakui kesalahanya barulah nama baik mereka yang tewas di pertempuran bukit Meiling bisa benar-benar dipulihkan.

Ketika kaisar bersedia pada akhirnya bersedia untuk membuka kasus itu kembali namun dengan satu syarat yaitu mulai saat ini lin shu tak boleh ada agi ada di Negara ini, tak boeh berada disekitar jingyan apalagi memegang posisi pemerintahan, meskipun nantinya ia terbukti tak bersalah namun terlalu banyak darah Chiyan yang ada ditanganya. Tanpa fikir panjang Lin shu mengiyakan permintaan sang kaisar. Sungguh permintaan yang miris, bahkan tanpa kaisar meminta hal tersebut kenyataannya memang tak ada waktu untuk Lin shu, ia bagaikan seseorang yang berjalan di tepian jurang yang bisa jatuh dan mati kapan saja saat tubuhnya sudah tak emmpu menahan racun yang ada ditubuhnya. Perdebatan terakhir antara lin shu dengan kaisar ini benar-benar scene paling menguras emosi bagiku, air mata tak henti-hentinya mengikuti setiap ucapan mereka. Memang tak selalu butuh adegan action atau daram-drama berlebihan, setiap yang mereka ucapkan benar-benar mengena dihati.

Namun kita terkadang merasa sedih terhadap caranya memperlakukan orang-orang disekitarnya. Pada akhirnya kita akan merasa bersedih untuk Lin shu dan orang-orang disekitarnya. Terkadang  dia benar-benar mengabaikan perasaan orang disekelilingnya, mengorbankan segalanya untuk misinya. Dia akan menerobos  cuaca dingin, mengunjungi penjara, mengorbankan temannya dan berjalan lurus kedalam jebakan bila dia merasa bahwa dia harus melakukannya. Dia terus berbohong kepada para sahabatnya tentang penyakitnya menutupi kondisinya yang sebenarnya , ketika kau melihat matanya kau akan mempercayainya juga! namun dengan begitu dia mampu menjaga dirinya sendiri untuk tidak memiliki hubungan yang terlalu mendalam dengan siapapun. Ia terus menjaga jarak, mencegahnya untuk tidak terlalu terlena pada dukungan dan kasih saying mereka. Meng Zhi lah yang akhirnya menyuarakan rasa geram dan frustasinya saat dia menyadari bahwa lin shu tak mau terbuka mengenai kondisi penyakitnya bahkan kepadanya, sahabat karibnya. Namun dari semuanya tak ada satupun yang menahan pukulan dari kebohongan Lin shu lebih dari pangeran Jingyan. Nampaknya seseorang perlu memberikan Lin Shu sebuah piala Oscar untuk bagaimana dan berapa lama dia mampu terus berbohong kepada pangeran Jing mengenai identitasnya yang sesungguhnya, padahal pangeran jing adalah orang yang seharusnya paling mengenalinya. Para wanita, Putri Nihuang dan selir jing yang sudah mengetahui kenyataan kompak untuk terus diam menjaga rahasia dari pangeran jing. Hasilnya? pangeran Jing memperlakukan lin shu dengan dingin dan hanya menganggapnya sebagai sesorang ahi strategi yang bertugas menyusun siasat no more!! Pangeran Jing tak sepenuhnya percaya kepada Mei Chang su, telah tertanam dihatinya bahwa seorang ahli siasat hanyalah seseorang dengan segala akal dan tipu muslihat yang rela melakukan apapun untuk mencapai ambisinya. Karena ketidakpercayaan ini seringkali hal ini menjadi peluang untuk memecah belah mereka ,namun Lin shu tetap ingin terus merahasiakan segalnya dari pangeran jing, ia tak ingin pangeran jing melibatkan perasaannya, dan sekali pangeran jing mengetahui segalanya dia akan benar-benar terguncang apalagi bila membayangkan tentang bagaimana ia memperlakukan mei chang su selama ini.

Lin shu bukan hanya sosok inspirasi karena upayanya menegakkan kebenaran akan keluarganya, tetapi dia adalah sosok lelaki yang patut untuk dicintai ia dikelilingi oleh orang-orang yang benar-benar menyayanginya dan bersedia melakukan apapun untuknya, bahkan bila kepala mereka taruhannya. Nihuang, yang awalnya berpikir bahwa kekasihya telah meninggal, rela untuk membiarkannya berusaha mati-matian ntuk membersihkan nama keluarganya, bahkan setelah ia mengetahui identitas Mei chang su yang sesungguhnaya. Nihuang bersedia menyerah akan kebahagiannya sendiri demi mewujudkan keinginan sang kekasih. Nampaknya impian untuk bisa menjadi sebuah keluarga dan hidup bahagia hanyalah sebuah angan saja satu-satunya yang bisa dia lakukan untuk lin shu adalah membantunya berjuang agar keinginan terakhirnya bisa, tak ada harapan untuk masa depan yang ada adalah janji Lin shu agar mereka bisa bersama dikehidupan selanjutnya.






Selir Jing, seorang “teratai besi” yang tak pernah berkedip akan apapun, dengan segera tergoncang ketika dia menyadari kondisi Lin shu, selanjutnya dia tak pernah mengabaikan satupun kesempatan untuk menolong Lin shu. Meng zhi yang bersedia untuk menyerah akan posisi tingginya sebagai jendral kepala penjaga istana untuk membantu Lin shu. Mereka semua buakn melakukannya karena kewajiban ataupun karena kasihan (meskipun berkali-kali kita akan merasa kasihan melihatnya), namun semua itu mereka lakukan karena rasa kasih sayang yang begitu besar dan tulus.

Drama ini benar-benar mengajarkan sesuatu yang luar biasa tentang persahabatan .hubungan erat antara Lin shu dan pangeran Jing, meskipun tak banyak scene yang menampilkan masa kecil mereka, namun seringkali kita dibuat tersenyum dengan kilasan-kilasan masa kanak-kanak mereka, seringkali menggoda dan bercanda satu sama lain, belajar bersama, menyusun strategi perang bersama. Namun siapa sangka bahwa disatu hari ketika mereka harus berpisah karena jingyan harus pergi keluar kota selama beberapa bulan dan lin shu sang marshal muda harus pergi berperang bersama sang ayah ke perbatasan utara, hari itu ternyata adalah pertemuan terakhir sepasang sahabat itu. Jingyan yang tak mengerti apa-apa harus menerima kenyataan bahwa sahabatnya dan seluruh keluarganya tewas dibantai dan dicap sebagai penghianat. Tentunya jingYan tak begitu saja percaya dengan semua tuduhan itu, namun hal yang paling ia sesali adalah karena ia tak bisa ada disamping sahabatnya disaat sahabatnya itu saat membutuhkannya  , tak heran jika pangeran jing terus memendam luka  karena “kematian” sahabatnya, bahkan setelah belasan tahun berlalu. Hal inilah yang mendasari mengapa kaisar terus memperlakukannya dengan dingin bahkan setelah segala kontribusi yang ia berikan untuk negaranya. 

Namun perlu kita tahu awalnya pangeran jing bukanlah sosok seperti ini, saat remaja, dia adalah sosok ceria dan selalu bahagia apalagi ketika ia bermain-main dengan Lin shu. Kita akan merasa sedih setiap kali pangeran jing berinteraksi dengan Mei chang su, tanpa tahu siapa dia sesungguhnya. Sahabat yang paling dia sayangi ada tepat didepan matanya namun dia tak mengenalinya, dan nantinya hatinya akan terasa hancur ketika dia akhirnya mengetahui segalanya, dan kemudian hatinya akan hancur lagi ketika Lin shu pergi ke medan perang. Mereka tak akan mempunyai waktu untuk menyalakan kembali persahabatan mereka seperti dahulu, Pangeran JingYan harus mengemban tugas berat sebagai kaisar baru dan Lin shu harus pergi ke perbatasan menyusun strategi perang dengan sisa-sisa kekuatanya, sebab bagi Lin shu meskipun nantinya dia akan mati, akan menjadi sebuah kebahasian baginya bila ia bisa mati dimedan pernag sebagai bagian dari chiyan army. 

Hubungan pertemanan Lin shu dan Lin chen juga sama kompleksnya. Lin chen hanya muncul sebentar di awal dan kemudian muncul ekmbali di episode-episode terakhir. Tak ada flashback dari kisah mereka, jadi kita juga tak tahu keadaan apa yang menciptakan dan mengikat persahabatan mereka. Sudah jelas bahwa Lin shu adalah salah seorang yang benar-benar peduli pada lin shu, bahkan dengan rela turun dari gunung untuk merawat dengan tengannya sendiri dan juga untuk menjaga janjinya untuk terus menemaninya sampai akhir. Lin chen terkadang seperti orang tolol, selalu bercanda dan membuat keributan dengan Fei Liu, tetapi dia akan berubah menjadi serius ketika dia melihat kemungkinan terhadap obat-obat yang bisa memperpanjang hidup Lin shu. 

Tak satupun yang mampu menunjukkan betapa dalamnya persahabatan mereka lebih dari ketika pertengkaran mereka saat Lin shu memaksa untuk ikut berperang pada invasi Liang yang terakhir, saat itu Lin chen benar-benar marah lin shu, dan berkata, “kawan, aku telah menghabiskan sepanjang waktu untuk membuatmu dapat terus bertahan hidup, dan sekarang kau ingin tetap pergi untuk melakukan ini?!!kenapa ada saja sesuatu yang ingin dan harus kau lakukan.” Namun baru beberapa saat sejak kita berpikir bahwa Lin chen akan meninggalkan Lin shu, dia bertanya dimana kantor perekrutan tentara LOL. Lin chen bahkan bergabung dengan pasukan tentara untuk sahabatnya! That’s FRIEND.
 

15/09/16

Lirik FULL OST Nirvana In Fire




Holla, demam Nirvana In Fire masih belum sembuh hahaha..salah satu bagian yang aku suka dari drama ini adalah ost nya, drama ini punya 3 ost utama yang semuanya dinyanyikan oleh para pemeran drama ini. Dari awal nonton sampe sekarang lagu-lagu ini masih setia bertengger didaftar playlist, tadinya pengin banget transletin liriknya ke versi Indonesia, soalnya liriknya menurutku keren banget maknanya, mewakili cerita didalam Nirvana In fire deh, okee chekidot

Lyric OST Nirvana In Fire Part 1
When The Winds Blow-Hu Ge (Chinese, Pinyin, Trannslation, translate Indonesia)

When Wind Blows – Hu Ge
Lagu ini merupakan ending song yang diputer diakhir tiap episode.jadi bisa dibilang merupakan lagu yang paling familiar buat penonton Lang Ya Bang asaal gak buru-buru skip ke episode selanjutnya lho yaa (saya salah satu pelakunya hohoho), lagu yang dinyanyiin hu ge ini adeem banget buat didengerin, apalagi kalo sambil baca liriknya, menyentuh banget


风起时 - 胡歌



变幻 风云几卷
乱世起惊澜
血仍殷 何人心念
烈火清平愿

慧剑 借别红颜
无意续余年
帝阙巍 豪气仍在
冰心誓破长夜天

昔年朱弓 壁上空悬
征途望断 铁甲犹寒
明眸在心 青山难掩
江山如画 是我心言
关山横槊 谁可补天
碧血长枪 昨日少年
孤影归途 不见烽烟
一笔千秋 后人心间

风起
云散



When The Wind Blows - Hu Ge

bian huan feng yun ji juan
luan shi qi jing lan
xue ren yan he ren xin nian
lie huo qing ping yuan

hui jian jie bie hong yan
wu yi xu yu nian
di que wei hao qi ren zai
bing xin shi po chang ye tian

xi nian zhu gong bi shang kong xian
zheng tu wang duan tie jia you han
ming mou zai xin qing shan nan yan
jiang shan ru hua shi wo xin yan
guan shan heng shuo shui ke bu tian
bi xue chang qiang zuo ri shao nian
gu ying gui tu bu jian feng yan
yi bi qian qiu hou ren xin jian

feng qi
yun san


When The Wind Blows - Hu Ge

How many scrolls can be filled with stories of change?
Troubled times stirring fear
Blood still flows but no one cares
Raging fires consume lifelong hopes

The sword is given away to her
With no wish to live out the rest of my years
The Emperor’s palace is still imposing, and towers above all
Crystal clear vows split the night sky

The red bow of yesteryear hangs empty on the wall
The march of battle begs for an end while the armor is still bright
The world cannot hide my pure heart
It is my belief that the world be like a painting
Holding up the spear at the borders, who will repair the heavens?
A spear of justice and sacrifice, the youth of yesterday
returns by his lonely self, beacon flames no longer seen
It is written for all to see.

That wind
scatters the clouds.


Ketika Angin Berhembus - Hu Ge

Berapa banyak gulungan dapat diisi dengan kisah perubahan?
Saat kekacauan mengaduk-aduk ketakutan
Darah masih mengalir tapi tak staupun yang peduli
Api kemarahan menelan harapan  lama

Pedang diserahkan padanya
Tanpa harapan hidup disisa tahunku
Istana kaisar masih mengagumkan dan menjulang diatas semuanya
Kristal terang membelah langit malam

Busur merah dari masa lalu tergantung di dinding kosong
Pertompuran memohon akhir sementara baju perang masih terang
Dunia tak bisa menyembunyikan  kemurnian hatiku
Aku percaya bahwa dunia layaknya luksan
Menggenggam tombak di erbatasan, siapa yang aan memperbaiki surga?
Tombak keadilan dan pengorbanan,masa muda kemarin
Kembali dalam kesendiriannya, nyala lentera tak lagi terlihat
Ini ditulis agar semua melihat
Angin itu
Menghamburkan awan



Lyric OST Nirvana In Fire Part 2
Aging Of Beauty-Liu Tao (Chinese, Pinyin, Trannslation, translate Indonesia)

Lagu ini dinyanyikan oleh Liu Tao, pemeran princess Nihuang, lagu ini biasanya diputer pas scene romance Lin Shu-Nihuang. Lirik lagu ini bercerita tentang perpisahan dan penantian seorang wanita akan kekasihnya, hmm cocok banget rasanya buat mewakili perasaan nihuang
jghkg
hghfg
红颜旧 - 刘涛

西风夜渡寒山雨
家国依稀残梦里
  思君不见倍思君
别离难忍忍别离
  
狼烟烽火何时休
  成王败寇尽东流
  蜡炬已残泪难干
  江山未老红颜旧
  
忍别离
  不忍却又别离
托鸿雁南去 不知此心何寄
  红颜旧 任凭斗转星移
  唯不变此情悠悠

Hong Yan Jiu - Liu Tao

xi feng ye du han shan yu
jia guo yi xi can meng li
si jun bu jian bei si jun
bie li nan ren ren bie li

lang yan feng huo he shi xiu
cheng wang bai kou jin dong liu
la ju yi can lei nan gan
jiang shan wei lao hong yan jiu

ren bie li
bu ren que you bie li
tuo hong yan nan qu bu zhi ci xin he ji
hong yan jiu ren ping dou zhuan xing yi
wei bu bian ci qing you you

Aging of a Beauty - Liu Tao
The west wind blows past, cold rain in the mountains.
Home and country remembered vaguely in dreams.
Thinking of you but not seeing you, brings forth more sorrows.
Though arduous, separation is endured.

When will the flames of war rest?
Successes and failures will wash away in the river of time.
The candles are spent, but tears will not dry.
The kingdom is still young but she is not.
  
Separation is to be endured.
Though hard to bear, separate we must.
Entrusting the wild geese to head south, but where shall this heart go?
She is no longer while time flows as always.
These pure feelings will never waver.

Kecantikan Yang Memudar-Liu Tao
Angin dari barat menghembuskan masa lalu, dinginnya hujan di pegunungan
Rumah dan Negara terbayang samar-samar dalam mimpi
Memikirkanmu tetapi tak dapat melihatmu, membawa kesedihan yang semakin mendalam
Meski sulit, perpisahan tak tertahankan


Kapankah api perang akan padam?
Keberhasilan dan kegagalan akan hanyut dalam sungai waktu
Lilin-lilin telah padam, tetapi air mata belum kering
Kerajaan ini masih muda, tetapi ia tidak..

Perpisahan harus ditahan
Meski berat, kita harus menahannya
Mempercayakan angsa liat menuju ke selatan, tapi kemanakah hati ini akan pergi?
Di atak muda lagi sementara waktu terus mengalir seperti biasa
Perasaan tulus ini tak akan pernah goyah

Lyric OST Nirvana In Fire Part 3
Loyal Blood Runs Forever Red - Wang Kai (Chinese, Pinyin, Trannslation, translate Indonesia)

Nah ini dia lagu yang terakhir sekaligus yang paling keren, malah aku udah suka lagu ini jauh-jauh hari sebelum mulai nonton dramanya loh, kabarnya lirik lagu ini ditulis oleh penggemar novel Lang Ya Bang jadi ceritanya selama proses pembuatan film, diadakan kompetisi bikin lirik lagu tentang Nirvana in Fire, nah dari ribuan naskah lirik ini yang keluar jadi pemenangnya .makanya gak heran kalo isi dari lagu ini keren banget dan bener-bener mewakili isi keseluruhan cerita Nirvana In Fire

赤血长殷 - 王凯


青砖黛瓦 故景如旧
草木无情 不解凡忧
当时烽火骤焚尽几多残留
一袭白衣祭故人 陈情此时休

霁月清风 琅琊榜首
谁记昔年 策马风流
十载倏忽过 几回魂梦旧游
又多少冤魂织就 那缓带轻裘

尔虞我诈斗 无论缘由
本唤作成王败寇
这风雨一路 他只影独走
抛却欢喜悲凉感受
尘埃落定后 提缰回首
万千过往烙心头
暗香幽幽 江山皆没入一眸

朱墙宫深 人心难嗅
黑白纵横 杀伐无由
权倾谈笑变 妙计敛藏于袖
负手算尽天下事 当饮一樽酒

病骨一身 未雨绸缪
心中算谋 几人看透
纵年寿难永 无愧一生所求
此去踏关山千重 将前尘挥袖

泣血书千轴 悲歌唱彻
战骨碎尽志不休
且待赤焰归 整军再从头
守我山河家国依旧
横长枪换却离愁
倾余生风骨同守
此血仍殷此身豪情仍未收

情义千秋
在梅岭雪间长留
Chi Xue Chang Yin - Wang Kai


qing zhuan dai wa gu jing ru jiu
cao mu wu qing bu jie fan you
dang shi feng huo zhou fen jin ji duo can liu
yi xi bai yi ji gu ren chen qing ci shi xiu

ji yue qing feng lang ya bang shou
shei ji xi nian ce ma feng liu
shi zai shu hu guo ji hui hun meng jiu you
you duo shao yuan hun zhi jiu na huan dai qing qiu

er yu wo zha dou wu lun yuan you
ben huan zuo cheng wang bai kou
zhe feng yu yi lu ta zhi ying du zou
pao que huan xi bei liang gan shou
chen ai luo ding hou ti jiang hui shou
wan qian guo wang lao xin tou
an xiang you you jiang shan jie mo ru yi mou

zhu qiang gong shen ren xin nan xiu
hei bai zong heng sha fa wu you
quan qing xiao tan bian miao ji lian cang yu xiu
fu shou suan jin tian xia shi dang yin yi zun jiu

bing gu yi shen wei yu chou mou
xin zhong suan mou ji ren kan tou
zong nian shou nan yong wu kui yi sheng suo qiu
ci qu ta guan shan qian zhong jiang qian chen hui xiu

qi xue shu qian zhou bei ge chang che
zhan gu sui jin zhi bu xiu
qie dai chi yan gui zheng jun zai cong tou
shou wo shan he jia guo yi jiu
heng chang qiang huan que li chou
qing yu sheng feng gu tong shou
ci xue ren yin ci shen hao qing ren wei shou

qing yi qian qiu
zai mei ling xue jian chang liu

Loyal Blood Runs Forever Red – Wang Kai
The scenery has remained the same,
though nature has mercilessly left its mark on mortal belongings.
The flames of war left little behind.
In funeral attire, he pays respect to those who have left.

A light breeze blows, and he who ranks first on the Langya List is seen under the clear moon.
Who still remembers the carefree years of the past?
A decade passes in an instant, yet he constantly wanders back into the past.
How many wrongful deaths did it take to turn the soldier into a scholar?

A world of unexplained deceit
has led to the victors reigning supreme.
He walks alone on this turbulent path,
and leaves behind all mortal emotions.
Looking back after everything has settled,
the past is forever imprinted in his mind.
The fragrance imbues the world that is taken in with a glance.

People's motives are hidden deep within palace walls.
In a game of chess, killing needs no reason.
The power balance changes in an instant with the use of brilliant ideas hidden up his sleeve.
After calculating everything that could happen, he should congratulate himself with a drink.

With his ailing body, he plans ahead,
and few could decipher his schemes.
Though he could live no longer, no regrets were left behind.
He bids farewell to the past as he departs for the dangerous journey ahead.

A thousand memorials made from bloody tears lamented the sacrifices.
The soldiers may perish but their aspirations will never falter.
Wait for the return and reorganisation of the Chiyan Army,
who will continue to protect our kingdom.
Grief was traded with spears,
and he spent the rest of his life upholding righteous values.
The blood still flows, and the vigour of a soldier has not been buried.

Brotherhood and friendship
will remain in the snow covered plum blossom ridge forever.
Darah kesetiaan Mengalir Selamanya merah-Wang Kai
Pemandangan masih  tetap sama,
meskipun alam  tanpa ampun meninggalkan jejak nya pada keabadian
Api perang masih meninggalkan sisa
Dalam pakaian pemakaman, dia member penghormatan kepada mereka yang telah pergi

Angin berhembus pelan, dan dia yang berada pada urutan pertama daftar langya menatap dibawah terangnya rembulan
Siapa yang masih mengingat keceriaan dimasa lalu?
Sepuluh tahun telah berlalu dalam sekejap,namun ia terus menerus mengembara  kedalam masa lalu
Berapa banyak kematian yang salah yang mampu merubah seorang prajurit menjadi seorang sarjana?

Dunia penuh dengan tipun yang tak dapat dijelaskan
Membawa pemenang memimpin kekuasaan tertinggi
Dia berjalan sendirian diantara jalan yang bergejolak ini
Meninggalkan semua keabadian emosi
Melihat kembali setelah semua terselesaikan
masa lalu selamanya terpatri dalam pikirannya
aroma kebahagiaan yang direnggut dalam sekejap

motiv manusia tersembunyi jauh didalam dinding istana
dalam permainan catur, membunuh tak perlu alas an
keseimbangan kekuasaan, berubah dalam sekejap dengan ide cemerlang yang tersembunyi di lengannya
setelah memperhitungkan segala yang bisa terjadi, dia seharusnya mengucapkan selamat kepad dirinya sendiri dengan segelas minuman

dengan tubuh rapuhnya, dia menyusun rencana
beberapa dapat menguraikan siasatnya
meskipun  tak bisa hidup lebih lama, tak ada penyesalan yang tertinggal
dia telah mengucapkan selamat tinggal kepada masa lalu dan tiba untuk perjalanan berbahaya

ribuan memorial dibuat dari darah dan ratapan air mata
prajurit boleh mati tapi cita-cita mereka takkan pernah putus
menunggu untuk kembali dan mengembalikan chiyan army
siapa yang akan melanjutkan tuk melindungi kerajaan kita
kesedihan telah ditukar dengan tombak
dan ia menghabiskan sisa hidupnya menggenggam nilai kebenaran
darah masih mengalir, dan figure prajurit belum terkubur

persaudaraan dan persahabatan
akan tetap tersisa selamanya dibawah salju yang menutupi bunga-bunga mekar